Treaty reasuransi marine cargo insurance

Institution: 
Indonesia Eximbank

 

Jakarta, 16 Juni 2014 - Menindaklanjuti Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian Perdagangan dan beberapa pihak pada awal tahun lalu, tentang Penggunaan Term of Delivery Cost Insurance Freight (CIF) dalam rangka kegiatan ekspor, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (“Indonesia Eximbank”) sesuai fungsi dan tugasnya yang diemban sesuai dengan UU No. 2 tentang LPEI menyediakan fasilitas bagi Eksportir Indonesia khususnya Fasilitas Asuransi, dalam hal ini adalah Fasilitas Asuransi Gagal Ekspor dalam bentuk Marine Cargo Insurance.

 

Selama ini fasilitas Asuransi yang disediakan oleh Indonesia Eximbank adalah fasilitas Asuransi Gagal Bayar yaitu fasilitas asuransi yang diberikan kepada Eksportir untuk menutup kerugian karena pihak pembeli barang dan/atau jasa tidak memenuhi kewajiban bayar sesuai dengan perjanjian.

 

Dengan bertambahnya fasilitas asuransi yang disediakan oleh Indonesia Eximbank dalam bentuk Marine Cargo Insurance (Asuransi Pengangkutan barang), diharapkan peranan Indonesia Eximbank sebagai Lembaga yang berfungsi mendukung program ekspor nasional dapat memenuhi kebutuhan para Eksportir Indonesia yang menggunakan Terms of Delivery CIF untuk menutup asuransi pengangkutan barang ke negara tujuan ekspor, yang pada akhirnya harapan dari Indonesia Eximbak adalah mendukung kegiatan ekspor bagi produk ekspor Indonesia dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara.

 

Sebagai tindak lanjut dari pemberian Marine Cargo Insurance, Indonesia Eximbank pada 16 Juni 2014 telah menandatangani Treaty Reasuransi Marine Cargo Insurance antara Indonesia Eximbank dengan Panel Reasuransi (PT. Reasuransi Nasional Indonesia, PT Reasuransi Internasional Indonesia, PT Tugu Pratama dan Amlin Singapore Pte Ltd).